GITA ::: Gerakan Indonesia KIta

Mengenal Kampung Melalui Fotografi

Mengenal Kampung Melalui Fotografi
Mengenal Kampung Melalui Fotografi
Gapura rumah Bali yang terbuat dari batu bata dengan atap berbentuk limas. Rumah ini milik warga RT 10 RW 03 Tirtajaya, Depok.
« 1 of 6 »

Belasan remaja kampung Tirtajaya, Depok mengikuti Workshop Fotografi dan Metadata yang diselenggarakan Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Bale Warga, RT 03/10, Tirtajaya, Depok, pada 21 dan 28 April 2018. Tak hanya belajar teknik fotografi, mereka juga diajak mengenal kampung mereka dengan mengangkat hal-hal unik dan menarik dengan jepretan kamera. 

Perkembangan dunia fotografi di era digital ini amat pesat ditandai dengan semakin mudah dan murahnya menggunakan kamera digital dalam bentuk telepon pintar maupun kamera profesional. Seiring dengan itu, kebutuhan potret-memotret pun menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat terutama untuk kebutuhan bermedsos di Facebook, Instagram, dan Twitter, ataupun pesan instan seperti WhatsApp atau Line. Tak sekadar swafoto untuk narsis, potensi fotografi pada dasarnya dapat dioptimalkan untuk mengangkat dan mempromosikan potensi dan kekhasan kampung seperti seni budaya, alam, pertanian, dan lain-lain.

Dengan latar belakang di atas, para aktivis RW 03, Sukmajaya, Depok, bekerja sama dengan Gerakan Indonesia Kita (GITA) menggelar Workshop Fotografi dan Metadata di Bale Warga RT 10 RW 03, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok pada 21 dan 28 April 2018. Workshop ini dipandu Adi Nugroho dari Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Para peserta terdiri atas remaja dan anggota Karang Taruna setempat.

Pada pertemuan pertama, 21 April 2018, peserta belajar tentang cara kerja kamera, teknik dasar fotografi menyangkut eksposur dan komposisi, dan pengenalan metadata untuk kebutuhan arsip dan akses. Pada akhir sesi, para peserta diberi tugas kelompok untuk memotret hal-hal menarik di sekitar kampung dengan pilihan tema: seni budaya, arsitektur, fasilitas publik, flora fauna, dan aktivitas masyarakat. Tak hanya memotret, mereka juga dianjurkan untuk meriset tentang objek foto untuk kebutuhan deskripsi atau caption yang merupakan komponen metadata. Dengan penugasan ini, peserta menjadi peka dan kritis terhadap lingkungan sekitar yang selama ini terabaikan atau luput dari perhatian meraka. Hasil potretan tiap kelompok dipresentasikan dan diapresiasi bersama pada pertemuan kedua, 28 April 2018. Kekuatan dan kelemahan foto dianalisis dengan panduan pelatih.

Para peserta yang berjumlah 16 orang tampak antusias mengikuti workshop ini. Mereka menyadari bahwa workshop ini adalah langkah awal untuk impian berikutnya, yakni membuat sistem informasi kampung dalam bentuk portal atau website dengan basis data foto. Sistem informasi ini nantinya akan menjadi pusat data, etalase, dan media promosi kampung mereka di dunia maya. Untuk sementara, hasil jepretan akan mereka tampung dan unggah di media sosial seperti di fanpage Facebook dan Instagram.

Jurnalis: Takhsinul Khuluq

Copyrights ©2018 GERAKAN INDONESIA KITA; GITA. All Rights Reserved. |