GITA ::: Gerakan Indonesia KIta

Jalan Kerbau di Kampung Babakan, Tangerang

Jalan Kerbau di Kampung Babakan, Tangerang-2
Jalan Kerbau di Kampung Babakan, Tangerang-2
« 1 of 7 »

Sekitar 30 pemuda berkumpul di sebuah ruangan di sanggar Tan Malaka, Kampung Babakan, Desa Binong, Karawaci. Dengan tekun mereka menyimak dua judul film pendek, “Pasangan Baru” karya Salman Aristo dan “Memoria” karya Kamila Andini.

Hari itu, Sabtu 21 April 2018, Nontok Yuk! Gerakan Indonesia Kita (GITA) bersama Agenkultur memulai rangkaian kegiatan Nonton Yuk Film Kampung! yang berlangsung sampai tanggal 28 April 2018.

Keinginan untuk melibatkan masyarakat di wilayah Tangerang dalam meningkatkan kebersamaan, toleransi dan cinta lingkungan menumbuhkan ide menggandeng sejumlah komunitas lingkungan dan pemuda yang terdapat di wilayah Karawaci, Tangerang untuk memberikan hiburan yang berkualitas, sekaligus mengedukasi warga sekitar.

Film merupakan cara bertutur yang subtil. Mempunyai kekuatan infiltrasi yang sering tidak kita sadari. Oleh karenanya, film efektif sebagai alat edukasi. Diskusi film dan workshop pembuatan film pendek yang dipandu oleh tim dari Agenkultur, David Nera dan Achmad Panji.

Diskusi yang dilakukan setelah pemutaran dua film pendek itu, membangkitkan keinginan anak-anak muda tersebut untuk mencoba membuat film pendek karya mereka sendiri.

Diskusi semakin ramai ketika masuk ke pembahasan tentang tema yang akan diangkat sebagai film pendek. Namun Achmad Panji dan David Nera dari KAS Production mengarahkan mereka agar mengangkat tema yang terkait dengan sejarah Kampung Babakan. Akhirnya kelompok pemuda yang terdiri dari 13 orang itu memilih judul film “Memori Kampung Babakan”.

Dari pembahasan ide ‘Memori Kampung Babakan’ ini terungkap ternyata banyak anak muda yang tidak mengenal tempat tinggal mereka ini. Mereka tidak mengetahui bahwa sebelum terbagi-bagi menjadi beberapa perumahan, kampung mereka ini pernah menjadi tempat perlawanan para pejuang daerah Banten melawan penjajah Belanda.

Tidak banyak yang mengetahui sejarah, budaya dan potensi daerah mereka. Padahal syarat untuk mencintai, adalah mengenal. Mungkin itulah salah satu penyebab maraknya tindak intoleransi beberapa waktu belakangan ini, karena para penduduk, terutama pemudanya, tidak mengenal daerah dan budaya daerah tersebut.

Workshop pembuatan film pendek, yang dipandu oleh Tim dari KAS Production, satu komunitas pemuda di sekitar Tangerang yang selama ini peduli dengan film-film Indonesia, dimulai pada hari Minggu, 22 April 2018.

Diawali dengan workshop penulisan naskah film untuk menggali lebih dalam lagi ide yang sudah disepakati sebelumnya. Dan dilanjutkan dengan sesi kedua, workshop tentang teknik pembuatan film. Yaitu penyampaian materi yang berkaitan dengan teknis pembuatan film, seperti teknik perekaman atau shooting, pengeditan dan penayangan.

Selanjutnya, dari tanggal 23 sampai 27 April 2018, mulailah produksi film pendek “Memori Kampung Babakan”. Mulai dari pembuatan naskah film, menentukan narasumber, menghubungi mereka, mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk wawancara dan menentukan tempat-tempat yang sekiranya dapat mengangkat kenangan akan Kampung Babakan.

Dilanjutkan dengan proses pembuatannya; perekaman lokasi dan wawancara, hingga editing. Sehingga pada hari Sabtu, 28 April 2018 film pendek ‘Memori Kampung Babakan’ siap ditayangkan.

Pemutaran dan diskusi film ‘Memori Kampung Babakan’ di sanggar Komunitas Agenkultur dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB. Memang masih banyak yang harus ditambah dan diperbaiki, akan tetapi film pendek yang dibuat hanya dalam waktu yang sangat singkat ini dapat mengangkat beberapa hal penting, seperti jalanan yang selama ini menjadi urat nadi di Kampung Babakan dulunya adalah jalur kerbau-kerbau digiring menuju sawah penduduk, sehingga disebut dengan Jalan Kerbau. Serta pusat kerajinan anyaman bambu atau rotan menjadi topi atau tudung yang menjadi simbol Kabupaten Tangerang, yang sekarang sudah bangkrut.

Film pendek tentang daerah dan sejarahnya ini menjadi semacam percontohan atau pilot project yang dapat diaplikasikan pada berbagai workshop pembuatan film pendek yang akan diinisiasi program Nonton Yuk! dari GITA.

Tujuannya adalah mengajak para pemuda dan warga setempat untuk lebih mengenal daerah masing-masing, hingga diharapkan akan timbul cinta, dan dengan demikian mereka akan mempertahankan kearifan lokal serta meningkatkan potensi daerah mereka. Dan tidak menginginkan tempat kesayangan mereka itu hilang, karena tindakan-tindakan intoleransi.

Kegiatan workshop dilanjutkan dengan pemutaran film ‘Memori Kampung Babakan’ di lapangan bulu tangkis yang terletak di depan rumah bapak RT setempat. Disaksikan oleh puluhan warga, yang selalu bersorak girang ketika mereka melihat sosok atau tempat yang mereka kenal.

Akhirnya, dengan berakhirnya film Mencari Hilal karya sutradara Ismail Basbeth, dan harapan dari warga untuk mengadakan lagi pembuatan film pendek di daerah mereka, workshop pembuatan film pendek kerja sama Nonton Yuk! Gerakan Indonesia Kita (GITA) dan Agenkultur selesai.

Sampai bertemu di kegiatan Nonton Yuk! selanjutnya!

 

Laporan: Ika Ardina

Copyrights ©2018 GERAKAN INDONESIA KITA; GITA. All Rights Reserved. |